Menyatu dalam Laga Amal Panser Biru

lagaamal1

lagaamal1

Pasukan Suporter Semarang Biru atau yang lebih dikenal dengan Panser Biru, selain meneror lawan PSIS Semarang serta berkreasi di lapangan hijau, mereka juga membuat kegiatan amal yang bertajuk “Laga Amal dan Launching Jersey PSIS”

Laga amal ini terdiri dari 4 pertandingan yakni PSIS vs PWI Siwo Jateng, Manajemen PSIS vs Muspida Jateng , Panser Biru vs PWI Siwo Jateng dan puncaknya adalah PSIS vs Panser Biru.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu sore kemarin itu, juga menjadi ajang reuni bagi Tugiyo, PSIS dan Panser Biru, pasalnya “Maradona” asal purwodadi itu ikut ambil bagian dengan menjadi bagian dari tim Panser Biru.

Panitia pertandingan laga amal tersebut memungut biaya sejumlah 250 ribu rupiah untuk para anggota panser biru yang ingin berpartisipasi. Biaya itu sudah termasuk membeli jersey untuk dikenakan pada pertandingan dan juga donasi amal untuk para pemain yang terkena sanksi sepakbola gajah beberapa waktu yang lalu.

“Laga amal ini selain menambah rasa persaudaraan juga menumbuhkan ikatan emosional dan chemistry antara pemain dan suporter.” tandas Wareng selaku Ketum Panser Biru.

Laga amal yang dipatok HTM senilai 5ribu rupiah tersebut menghasilkan dana sekitar 16 juta rupiah yakni, 7 juta rupiah berasal dari penjualan tiket sebanyak 1400 lembar tiket dan 9 juta rupiah berasal dari sumbangan jajaran Muspida.

“Jumlah dana yang terkumpul dalam laga amal ini belum di potong biaya penyelenggaraan”. ujar Ferry Opel selaku Ketua Panitia.

Dengan diadakannya laga amal ini para pihak berharap dapat memberikan banyak pengaruh positif yakni selain memompa semangat para pemain juga akan menambah keloyalan kepada PSIS Semarang.

(Geonk franco, Nurul Layalia)